Selasa, 13 September 2011

Kiat Memulai Bisnis untuk Pegawai

Menjadi karyawan bertahun-tahun nyatanya tak memberikan Anda kepuasan, lantaran hasrat begitu menggebu untuk menjadi wirausahawan. Apa pun pilihan profesi Anda, karyawan atau wirausahawan, jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Dari setiap keputusan yang Anda pilih akan ada harga yang harus dibayarkan.

Valentino Dinsi, dalam bukunya Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, memberikan dua resep bagi Anda yang bosan menjadi karyawan, dan ingin segera beralih profesi dan memulai bisnis:

1. Cuti menyiapkan bisnis
Ambil cuti di luar tanggungan perusahaan, 6 bulan sampai dua tahun setelah siap mental, finansial, dan sebagainya. Dengan syarat setelah mengambil cuti di hari pertama berarti bisnis sudah harus berjalan. Jika usaha berkembang, maka Anda dapat memutuskan untuk keluar dari kantor. Namun jika gagal, Anda bisa kembali bekerja sambil menyiapkan mental, modal, dan mengevaluasi kesalahan untuk melakukan bisnis kembali pada suatu saat.

2. Siapkan manajemen
Sambil bekerja, Anda bisa memulai membangun bisnis impian. Percayakan kepada orang terdekat mengenai pengelolaan bisnis. Namun untuk keuangan, Anda harus kontrol langsung.

Pada saat hasil dari bisnis sampingan sudah menyamai gaji di kantor, maka Anda berhak mempertimbangkan untuk keluar. Perhitungannya seperti ini, dengan bekerja penuh waktu 160 jam selama satu bulan, gaji Anda hanya Rp 1 juta. Sedangkan melalui bisnis sampingan paruh waktu, Anda bisa berpenghasilan dua kali lipat dari pendapatan Anda saat  ini.

"Seorang entrepreneur bukan seorang gambler (penjudi) atau risk avoider (orang yang selalu menghindari risiko). Melainkan seorang risk taker, risk calculator, yaitu orang yang berani mengambil dan menghitung risiko," tandas Valentino.

sumber : Bisnis untuk Pegawai

Rabu, 07 September 2011

Untuk Nikmat Perlu Ilmu

Ada yang bertanya kepada saya, secara langsung dan melalui e-mail atau twitter, “Apa nikmatnya berpuasa? Apa nikmatnya memberi dan berbagi? Apa nikmatnya hadir di majelis ilmu? Apa nikmatnya menyuapi anak makan? Apa nikmatnya menulis setiap hari?
Mendengar dan membaca berbagai pertanyaan tersebut, saya akan mencoba menjelaskan melalui sebuah perumpamaan berikut ini. Ada seorang anak balita yang sangat suka dengan es krim. Bila suatu saat kepada anak balita ini diberi pilihan es krim dan satu gepok uang seratus juta rupiah, menurut Anda, kira-kira balita itu memilih yang mana?
Balita itu akan memilih es krim. Mengapa? Karena dia sudah tahu nikmatnya es krim. Pertanyaan saya selanjutnya, mana yang lebih berharga es krim atau uang seratus juta rupiah? Mana yang bermanfaat untuk masa depannya? Mengapa anak itu tak memilih uang seratus juta rupiah?
Ya, anak balita itu lebih memilih es krim ketimbang uang seratus juta rupiah karena dia belum tahu nikmat dan kegunaan uang itu. Padahal, uang seratus juta rupiah sangat bemanfaat bagi masa depannya.
Begitupula dalam beraktivitas termasuk di dalamnya beribadah kepada Allah banyak orang yang memilih tidak melakukannya. Mengapa? Karena, mereka belum tahu nikmat dan kegunaannya. Banyak orang yang memilih kepuasan sesaat. Mereka kerap mengabaikan sesuatu yang justeru lebih nikmat bahkan bisa menyelamatkannya di kehidupan yang akan datang.
Bagaimana agar kita merasakan kenikmatan atas segala yang kita lakukan? Jawabannya adalah: Milikilah ilmu tentangnya dan cicipilah nikmatnya dengan cara melakukannya. Tanpa ilmu dan action Anda tak akan meyakini kenikmatannya.
Saya sudah merasakan nikmatnya menyuapi anak saya makan. Bila dihadapan saya ada pilihan menyuapi anak atau gengsi turun karena menyuapi anak, saya tetap memilih menyuapi anak dan akan berkata, “Makan tuh gengsi.” Mengapa? Karena saya sudah merasakan betapa nikmatnya menyuapi anak makan. Kenikmatannya sulit diceritakan melalui kata-kata.
So, bila Anda sulit merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, saatnya Anda perlu memperdalam ilmu tentang-Nya serta memperbanyak action beribadah kepada-Nya. Cobalah dan rasakanlah…
Salam SuksesMulia!

Mari ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini 
Sumber : http://www.jamilazzaini.com/untuk-nikmat-perlu-ilmu/

Selasa, 06 September 2011

Investasi atau Gengsi?

Lebaran kemarin saya bertemu dengan sahabat lama saya Basori. Pada tahun 90-an dia menjadi buruh panggul di gudang-gudang yang ada di Bandar Lampung. Bayaran yang diterimanya antara Rp 15ribu sampai Rp25 ribu per hari. Namun sering juga ia tidak memperoleh bayaran karena tidak ada barang yang harus dipanggul.
Saat orang tuanya meninggal ia mendapat warisan sawah dan kebun. Ia olah sawah dan kebun itu dengan sungguh-sungguh, dan hanya sekali-kali menjadi buruh sekadar untuk mendapat uang tunai. Suatu saat hasil kebunnya lumayan, saat itulah ia dihadapkan pada pilihan: membeli sepeda motor yang ketika itu sedang trendi atau membeli sapi yang bisa beranak pinak.
Saudara dan teman-temannya di kampung itu berkata, “Gengsi (malu) lagi gak punya motor…” Tetapi Basori “melawan arus” pendapat di kampungnya, ia membeli sapi bukan sepeda motor. Untuk keperluan transportasi dia menggunakan sepeda tuanya.
Hasilnya, sapinya terus berkembang biak. Dari hasil ternak sapi inilah akhirnya Basori bisa membeli tiga sepeda motor buat dirinya dan keluarganya. Sementara teman-temannya yang dulu memilih membeli sepeda motor, sekarang harus menjualnya untuk menutupi berbagai kebutuhan hidupnya.
Kita belajar satu hal dari Basori, saat memiliki uang berlebih gunakanlah untuk sesuatu yang bisa menghasilkan atau berkembang biak bukan untuk sesuatu yang menambah pengeluaran. Bila kita membelanjakan sesuatu demi gengsi dalam jangka panjang kita yang rugi. Sebaliknya, bila kita gunakan untuk investasi maka gengsi akan mendatangi kita di kemudian hari.
Pilihan antara investasi dan gengsi bukan hanya terjadi di kampung Basori. Akan tetapi itu terjadi juga disekitar kehidupan kita. Betapa banyak orang yang rela menggunakan dana pinjaman hanya sekadar untuk memperbaiki penampilan demi gengsi. Namun, banyak juga yang hidupnya tetap sederhana dan menggunakan dananya untuk memperbesar atau memperbanyak investasinya.
Yang pasti, gengsi menjadikan banyak orang hidupnya merana sedangkan investasi menjadikan kehidupan kita semakin lama semakin bergengsi. So, mari kita berinvestasi dan kuburlah gengsi!


Salam SuksesMulia!
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Sabtu, 03 September 2011

Tips Memulai usaha

1. Mulai usaha Anda dg doa, libatkan Tuhan sbelum memulai bisnis Anda krn Tuhan yg mberi kesuksesan.
2. Mulailah utk menabung, dan harus komitmen, krn tabungan kita pasti akan berguna utk modal kdepan.
3. Bermimpi dan buat target utk sukses dlm list. Target ini penting utk memberi smgt dlm berbisnis.
4. Tentukan jenis bisnis yg akan Anda mulai, dsarankan agar sesuai dg minat bisnis/hobby & kemampuan.
5. Lakukan analisa market, tren & potential business, ini penting utk analisa potensi ksuksesan bisnis.
6. Tentukan market yg akan dituju & produk yg akan djual, prsiapkan tp jgn kelamaan. Tetap hrs action.
7. Miliki mental tdk menyerah dan berani ambil risiko. Ini penting agar usahanya bisa segera dmulai.
8. Klo mau mulai usaha, selain persiapan teknis, harus mulai dg niat dan kesungguhan.
9. Usaha yg sukses adalah usaha yg diwujudkan bukan direncanakan saja.
10.Pastikan ada prmintaan pasar dr produk Anda, uji kelayakan pasar. Misalnya coba jual sampel produk.
11. Slanjutnya buat prencanaan produk, harga, lokasi, strategi promosi & prencanaan keuangan yg baik.
12. Carilah diferensiasi dr produk Anda & jadikan bisnis Anda berbeda & lebih baik dr produk pesaing.
13. Pastikan Anda memilih lokasi yang strategis utk usaha Anda.
14. Lakukan strategi pemasaran. Pasar adlh awal & akhir bisnis Anda (utk detail akan ada kultwit trpisah.
15. Cek apakah ada pesaing terdekat. Buat strategi produk yg lebih baik atau harga yg lebih murah.
16. Ketika akan mulai buka usaha, diawali dg undang rekan2 dekat atau saudara, minta feedback dr mreka.
17. Feedback dr rekan2 dekat sgt penting utk memastikan apakah produk kita bs dterima pasar atau tdk.
18. Feedback dari konsumen selanjutnya dlakukan sec berkala utk saran & ide product improvement kdepan.

19. Tetapkan harga promosi saat usaha awal. Ini pnting utk mnggerakan konsumen utk mencoba prod. kita
20. Selanjutnya, buat produk yg brkualitas & sesuai dg keinginan konsumen. Ini penting utk mnciptkan pmbelian brulang (repeat buying).

nya. Semoga bermanfaat


sumber : http://twitter.com/#!/EntrepreneursID ,silahkan follow
















Jumat, 26 Agustus 2011

Sambal Cibiuk

RESEP MASAKAN SAMBAL CIBIUK

Bahan:
  1. 10 buah cabai rawit merah/hijau
  2. 3 buah tomat hijau
  3. 2 siung bawang putih
  4. 3 butir bawang merah
  5. 1 sdt terasi matang
  6. 1 cm kencur
  7. 1 sdt garam
  8. ½ sdt gula pasir
  9. 1 genggam kemangi, ambil daunnya
Cara Membuat Resep Masakan Sambal Cibiuk:


  1. Ulek atau tumbuk kasar semua bahan sambal kecuali kemangi, aduk rata. Tambahkan kemangi, tekan-tekan dengan ulekan.
  2. Sajikan sambal cibiuk sebagai pendamping ikan goreng / ikan bakar dan nasi hangat atau hidangan lainnya beserta lalapan segar.
Untuk 4 Porsi

Senin, 22 Agustus 2011

Resep Ayam bakar Kecap

Resep Ayam bakar Kecap ini sudah turun menurun diwariskan oleh bangsa Indonesia. Bumbu ayam bakar yang kaya rempah dan meresap, membuat ayam bakar selalu menjadi resep masakan idola dikala berkumpul dengan keluarga. Kali ini Yanti coba share resep ayam bakar yang Yanti dapat dari buku resep memasak Indosiar. Semoga bermanfaat.
Bahan :
1 ekor ayam, potong 8 bagian
2 sdm air jeruk nipis dan 2 sdt garam
2 cm lengkuas, memarkan
2 batang serai, memarkan
2 lembar daun jeruk
2 cm jahe
2 sdm kecap manis
2 sdm minyak goreng
Haluskan:
3 cabai merah besar
6 cabai rawit merah
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri, sangrai
3 cm kunyit
1 sdt garam
Olesan:
2 sdm margarin, lumerkan
7 sdm kecap manis

Cara membuat Ayam bakar Kecap:

Cuci bersih ayam, lumuri air jeruk nipis dan garam, diamkan sebentar. Cuci bersih kembali, tiriskan. Lumuri ayam dengan bumbu halus, tambahkan 2 sdm minyak goreng. Diamkan selama 30 menit. Masak ayam bersama rendamannya, tambahkan lengkuas, serai, daun jeruk, dan jahe, masak hingga ayam lunak, angkat. Siapkan bara api, panggang ayam. Selama memanggang olesi dengan campuran margarin dan kecap manis. Panggang hingga berwarna agak gelap, angkat. Sajikan selagi hangat.

sumber :  http://resep.makan.web.id/43/resep-ayam-bakar-kecap.html

Sabtu, 20 Agustus 2011

Es Pisang Hijau Spesial untuk Berbuka

Untuk mengembalikan energi setelah berpuasa,  menyantap kudapan manis sangat dianjurkan. Es pisang hijau bisa menjadi pilihan pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. Tidak perlu membeli, karena kudapan ini mudah dibuat dan bahannya mudah didapat. Anda ingin mencoba di rumah?
Es Pisang Hijau Special
Bahan Dadar:
200 g tepung terigu
25 g tepung beras
25 g tepung kanji
300 ml santan dari 1 butir kelapa
½ sdt garam halus
Air daun suji:
100 ml air
10 lembar daun suji
3 lembar daun pandan
Bahan isi:
6  buah pisang raja, kupas
Bahan Bubur:
100 g tepung beras
1 lt santan dari 1 butir kelapa
1 lembar daun pandan, potong-potong
½ sdt garam halus
Pelengkap:
200 ml syrup rasa coco pandan atau syrup frambozen
200 g agar-agar tawar yang direbus dengan santan dan pewarna merah, potong dadu
250 g serutan es batu
Cara Membuat:
1.  Dadar: Tumbuk daun pandan dan daun suji dengan 100 ml air, peras sisihkan airnya.
2.  Campur semua bahan dadar, aduk rata. Saring. Panaskan wajan datar anti lengket, tuang satu sendok sayur adonan. Masak hingga matang dan menjadi dadar tipis. Lakukan hingga adonan habis.
3. Ambil satu lembar adonan dadar, isi dengan 1 buah pisang. Gulung dan bungkus hingga pisang tertutup adonan dadar. Bungkus dengan daun pisang. Kukus selama 20 menit atau hingga pisang matang. Angkat, potong-potong. Sisihkan.
4.  Bubur: Campur semua bahan bubur, aduk rata. Masak sambil terus diaduk-aduk hingga bubur matang dan tekstur mengental. Angkat. Sisihkan.
5.  Penyelesaian: Siapkan mangkuk saji, masukkan bubur, potongan pisang hijau, potongan agar-agar dan es serut.
6.  Sesaat sebelum disajikan siram atasnya dengan syrup coco pandan atau syrup frambozen. Hidangkan segera.
Untuk 9 Porsi
Tip: Air daun suji bisa diganti dengan ½ sdt pasta pandan atau 3 tetes pewarna makanan hijau.

sumber : pisang hijau